6. Ada pelagi di atap rumah..

Selamat datang di kampung Warna-Warni kota LubukLinggau, setidaknya begitulah tulisan yang tertera di gapura memasuki kampung ini, eitss…… ke kampung ini hanya cukup bayar uang parkir Rp.2000 doang, murah bingit kan? sudah tu bisa langsung masuk ke perkampungan yang semuanya bercat mulai dinding, lantai sampai ke atep warna warni, ya iyalah namanya juga kampung warna-warni ya kan? hehe.. jadi dulu ceritanya di sini kampung kumuh gitu guys, tapi di sulap menjadi kampung yang bersih dan rapi. meskipun warna rumah ini semuanya tabrakan tapi jadinya apik banget dan lucu.

Kawasan yang berdampingan dengan kawasan sungai ini pun sudah dijamin 100 persen peduli terhadap kawasan sungai, seperti tidak membuang sampah sembarangan, beneran?? ho’oh.  Ke kampung ini gampang banget, kalau kamu dateng dari arah Jambi via Sarolangun pokoknya lampu merah perempatan pas pertama kamu memasuki kawasan kota LubukLinggau silahken belok ke kanan, entar ada deh petunjuk nya.. jangan takut nyasar ya.. hehe di Kota LubukLinggau penunjuk arahnya sangat detil.

Di dalam perkampungan ini terdapat banyak organisasi sosial yang terstruktur dengan baik, mulai komunitas pengamen, komunitas pengajian juga ada, dan masih banyak komunitas lainnya yang termanajemen dengan baik, tujuannya adalah supaya menciptakan lingkungan yang sehat. gak semua kampung bisa diajak beginian, ini perjuangan sang promotor untuk merubah mindset masyarakatnya punya ide kreatif yang amaze banget pasti. kapan ya saya kaya dia? semoga aja ya.. amiin.

Tujuan dari penjelajah bersorban juga ingin menggali berbagai kisah inspiratif dari mereka yang sudah berhasil menciptakan gubrakan dan melakukan sesuatu di masyarakat, karena hidup itu gak selalu tentang pendidikan tinggi tapi juga pengalaman yang kaya menjadi kunci keberhasilan hidup untuk menjadi bermanfaat untuk orang lain. tumben bijak Ri?

 

Suasana Kampung Warna-Warni

wow ada baby shark 🙂

kalau ke tempat beginian kitanya bisa mengambil banyak pesan moral nan bermoril, jalan-jalan juga saatnya kita menggali informasi di tempat itu, ilmunya bisa di bawa pulang, siap menjelajah berati siap juga belajar. aku adalah penjelajah bersorban alias santri jalanan… keep fight !

penjelajah

6 Comments

  1. Bagus tulisannya,Ri,foto2nya juga bagus…tapi tulisannya bakal lebih keren lagi kalo diselipkan dialog2 Ari dgn masyarakat sekitar tempat yg Ari datangi…sukses terus dgn tulisan2nya ya Ri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *